Raiden berjalan menaiki sepedanya menuju markas gengnya yaitu “Satan Families” dengan baju hitam khasnya dan celana jeans hitam dan some problem yang ia lewati di hari ini. Malam itu memang pikiranya sedang kacau dan ia berusaha, melepaskan bebanya dengan sharing bersama temanya.
Sampai di gang jalan satan dia masuk kedalam gang dan membuka pintu markasnya. Disana sudah ada temanya Marcel, Ivan, Sandy dan Ezhatryo
“Man darimana aja lo kita udah tungguin nih di telpon gak di angkat angkat” sapa Marcel sambil memegang rokok di tangan kananya.
“Sory all HP gue baru aja di rampok dan masih banyak masalah lagi di hari ini kacau pokoknya” Raiden duduk dan mengambil sebatang rokok lalu membakarnya
“Dirampok?! Sama siapa kuarang aja tuh anak!!” Sandy pun sewot dan membuang rokoknya
“Kayaknya sih dari SBE (Seven block Extres)” Kata Raiden dengan muka yang memelas
“Trus.. Lo gak di apa apain? Muka lo juga gak bonyok” lanjut Marcel
“Gak gue nyoba lindungin sepeda gue, mereka juga ngambil paksa dompet gue sambil nodongin pistol” Jawab Raiden sambi mengisap rokoknya
“Kurang ajar mereka ok nanti kita bales”kata Sandy dengan nada tinggi
“mending lo sekarang nyantai lupain beban lo hari ini, nih minum” Ivan yang masih mabuk menwarkan beer ke Raiden
“gak usah Van lagi gak mood, masalah hidup gue hari ini bukan karena di rampok aja” lanjut Raiden
“ada lagi kenapa man sharing aja” timpal Marcel
“tadi baru aja gue marahan sama Thresia (Pacar Raiden)” muka Raiden pun lesuh
“masalah cewek jadinya kalo itu kita gak bisa bantu bro, kita nyerah deh masalah cewek” jawab Marcel
“bener kata Ivan Den mending lo minum dah siapa tau bisa ngilangin pikiran lo” kata Sandy yang langsung mengambil botol beer dan menwarkan ke Raiden
“ah Sen gue udah bilang gue lagi gak mood” Raiden langsung berdiri “eh si Ezhat mana?” tanya Raiden
“dia lagi “fly” kali” Jawab Sandy
“dia beli marijuana lagi?”tanya Raiden
“Nah itu tau” Jawab Sandy dan meminum beer sambil merebahkan badanya di sofa “Sory gue mabok duluan nih”
“Ok gak apa apa Sen duluan aja tuh nyusul si Ivan” Kata Raiden sambil menunjuk Ivan yang sudah terbaring di lantai depan tv
“udah jam 1 Den gue balik dulu dah rumah gue gak ada yang jaga” Marcel langsung merapikan barang barangnya dan mengambil tas ransel yang ia bawa kuliah tadi. Marcel memang termasuk orang tajir bokap nyokapnya lagi keluar negeri dan biasanya baru balik 3 bulan lagi
“ok sip Sel besok kita ngumpul lagi besok kan malem minggu kita bales SBE ok” sahut Sandy dengan kondisi mabuk
“gue tidur ye Sen mabok yang bener ye” kata Raiden yang langsung berjalan menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya
Pagi sudah tiba aktivitas mereka pun di mulai lagi hari ini hari sabtu dimana mereka akan melancarkan serangan ke musuh terbesarnya.
“Den mau kemana buru buru amat masih pagi udah jalan lagi gak mau sarapan dulu nih di kulkas masih ada cereal plus susu” kata Ezhatryo yang masih semeraut penampilanya rambut poninya belum terata sambil melihat isi kulkas
“nice joke man, lo kira gue anak sd makan cereal” sahut Raiden sambil merapihkan rambutnya di depan kaca
“Haha nih masih ada pizza sisa kemaren” Ezhatryo mengambil nampan berisi pizza dan melemparkan satu potong ke Raiden
“Ini baru makanan” Raiden menangkap dan memakanya sambil berjalan keluar
Raiden membuka kunci sepedanya dan menaiki sepedanya dia berjalan menuju “Satan Bridge” Raiden janjian, untuk berbicara dengan Thresia di tempat makan dekat sana. Sesampainya disana Raiden memarkir sepedanya dan meihat jam dinding di tempat makan yang bernama “Satan Café”. “sekarang jam 9 lewat 45 hmmm kayaknya gue telat nih” gumam Raiden.
“Raiden” suara perempuan memanggil dari tempat duduk café. Raiden pun menghampirinya dan duduk di depan Thresia
“Res sory gue telat” kata Raiden
“ok lo mau ngomongin apa minta maaf lagi sama gue?”tanya Thresia
“ya Res kenapa kita mesti ribut coba masalahnya kecil doang”
“udah berapa kali lo minta maaf kayak gini masih untung gue cewek yang bisa nerima permintaan maaf dengan gampang” Thresia dengan nada tinggi
“ya deh gua janji gak bakal telat kalo mau pacaran”
“kenapa lo janjian sms gue pak nomornya si Sandy?” tanya Thresia
“HP gue di rampok pas malem sebelum kita mau pacaran makanya gue telat Res” jelas Raiden
“udah 2 kali telat gara gara di rampok ribet banget si lo” Thresia dengan nada marah sambil memakan kentang goreng di depanya
“ini resiko gangster Res maafin yah” Raiden dengan muka memelas
“trus kenapa gak malem aja kita janjian malah pagi pagi gini sih” tanya Thresia
“malemnya gue sama kawan kawan Satan mau ngebales yang ngerampok gue” jelas Raiden
“ribet yah hidup jadi gangster, lo gak mesen minum” tanya Thresia
“gak lagi gak ada duit, jadi lo maafin gue kan kita bisa normal lagi kan?” tanya Raiden
“hmmmmmm” pikir Thresia
“ayolah Res gue kan udah janji”
“ok gue maafin tapi lo jangan telat untuk yang ketiga kalinya dengan alasan apapun” jelas Thresia
“termasuk kalo ada meteor, kiamat, atau ada tornado?” tanya Raiden
“ah becanda aja lo kalo ada yang kayak gitu gue juga langsung gak peduli lagi mau jadi pacaran apa gak” kata Thresia sambil tersenyum
“ok deh seneng bisa ngeliat lo senyum lagi” Raiden berdiri mencium kening Thresia dan pergi mengambil sepedanya
“Mau kemana honey?” tanya Thresia sambil berteriak
“kemana aja boleh” jawab Raiden sambil berteriak
Sore harinya di markas Ezhatryo sudah memesan persenjataan dengan temanya Drecko tentunya yang bayar Marcel
“ok nih pesenan lo” Drecko langsung mengeluarkan 3 molotov dari tas ransel besarnya
“berapa nih 100 ribu jadi kan corting lah” tawar Ezhatryo
“ok buat temen 100 ribu cash langsung gue lagi butuh duit” sahut Drecko
Ezhatryo memanggil Marcel dan menyuruh membayarkan semuanya
“nih 100 ribu cash cash cash” Marcel mengeluarkan dari kantongnya dan memberi ke Drecko
“ok thanks do you want anymore again I will come here again” Drecko langsung berdiri dan menyalakan mesin mobilnya
“ok no probs” sahut Ezhatryo
Ivan, Sandy, Marcel dan Ezhatryo mulai mengeluarkan semua persenjataan mereka.
“ada 5 deagle dengan banyak peluru bisalah buat nembak nembak hari ini” kata Ivan dengan wajah serius
“ok mulai jam berapa udah mau jam 7 an nih” tanya Sandy
“tunggu Raiden, Sen siapin aja mobil lo dulu” kata Marcel sambil mengambil sebatang rokok dan membakarnya
Tak lama Raiden pun datang
“semua beres all?” tanya Raiden dengan wajah yang bahagia
“buset udah berbunga bunga lagi muka lo” sahut Ivan
“haha I always smile man” jawab Raiden. Mereka pun tertawa
“ok udah becandanya kita mulai invasi kita” kata Marcel sambil memberika masing masig satu deagle ke Ivan, Sandy, Ezhatryo dan Raiden
“let’s roll they fuckin baby group all” teriak Sandy
Sandy menyalakan mesin mobil Ivan menaruh molotov di belakang bagasi mobil. Mereka pun berjalan ke markas “Seven Block Extres”
- Homemain page
- Aboutthe author
- Contact ussay hello
- Free Blogger Templates
- Subscribe to RSSkeep updated!
No comments:
Post a Comment