Friday, March 25, 2011

Crime season part 4

Satan Families sedang asik asik merayakan keberhasilanya Leon Gospel (ketua SBE), datang ke markas mafia terbesar di Capital city. Mafia itu bernama “Black Orps” Leon datang dan menawarkan sejumlah uang sekoper, yang ia bawa dari sisa sisa hartanya.
“what your problem dude?” tanya Ace Turner (ketua Black Orps)
“gue minta bantuan, bisa lo bunuh semua anggota Satan Families?” kata Leon yang memegang tas koper di tangan kanan.
“Satan? Bukanya mereka sudah punah?” tanya Ace sambil mengisap cerutunya
“belum mereka kembali lagi bisa kalian membantu gue?” tawar Leon
“tergantung berapa yang bisa lo bayar ke kita” jelas Ace sambil menyuruh 2 anak buah di belakangnya untuk menuju ke arah Leon
“ini sekoper penuh ini isinya 50 juta” Leon membuka koper dan menunjukanya ke Ace dan 2 anak buahnya.
“waw Seven Block Extres memang gangster terkaya di kota ini kemana anak buah kalian?” tanya Ace sambil mengisap cerutunya lagi
“Anak buah gue udah mati karena invasi dari Satan” jelas Leon
“very very very sad dude, ok we can help you” jawab Ace yang berdiri dan menepuk pundak Leon
“kalian bisa jalankan besok siang malam sore atau kapan pun kalian mau” jelas Leon
“ok terima kasih telah bekerja sama” Ace mengambil koper Leon dan menyuruh 2 anak buahnya menaruh di brankas penyimpanan.
Leon pun pergi meninggalkan markas mafia itu entah kemana sekarang tujuan dari Leon. Di Satan street tempat markas Satan Families sedang ada pesta besar besaran, mereka mngumpulkan kembali anggota yang pernah keluar.
“What’s up all” teriak Karl yang berdiri di atas kotak yang sudah di sediakan
“yo’ karl!!” teriak semua orang yang berdiri di depanya. Semua berjumlah 34 orang
“gue bakal membangun kembali geng ini yang telah 3 tahun mati, kini kita bangkit dari kubur !!” teriak Karl dengan penuh semangat
“Siap !!” teriak lagi anggota lain
“selamat berpesta malam ini dan Satan Families come back from hell !!” teriak Karl. Dan di sambut oleh dengungan lagu DJ yang membuat orang orang berjoget
Malam makin larut jam 11 Raiden menelpon Thresia untuk janjian lagi tapi malam besok. Hari ini pesta di Satan street sampai sangat larut dan di police departements polisi sedang menyelidiki kaburnya Karl. Polisi mulai lebih serius menangani gangster dan mulai melakukan razia dadakan.
“hmmm mereka berani sekali tak ku sangka” David menggeleng gelengkan kepalanya
“chief, lapor 4 cruiser yang mengejar gangster itu meledak dan tidak ada polisi yang selamat” officer Edgar melapor sambil memberi hormat
“keparat!! Gangster itu mulai membuat ku muak kita harus selidiki ini lebih serius” kesal David
Besoknya di siang hari Karl, Ivan, Sandy, Ezhatryo berdiskusi mengenai kebangkitan Satan di markas.
“jadi kita melakukan apa, uang 30 juta tersisa 2 juta sekarang” kata Karl
“yah musuh besar kita udah punah sekarang mau apa lagi coba?” tanya Ivan
“polisi mungkin akan mencari kita dimana pun kita berada sekarang” kata Karl dengan wajah serius
“ya kita juga tau gimana enggak coba, 4 cruiser kita ledakin trus Karl juga pasti buron lagi” kata Sandy
“ya Karl mungkin bisa jadi Trending topic di twitter” kata Ezhatryo sambil tertawa
“yes very funny Zhat” Karl membalas gurauan Ezhatryo
“yaudah kita harus pinter pinter sembunyi aja yang pasti musuh kita sekarang polisi” kata Sandy
“bener tuh kata Sandy” sahut Ivan sambil menunjuk Sandy dengan botol beer
“atau kita bisa serang polisi bunuh chiefnya mungkin?” usul Karl
“nah tepat culik chief polisi dan minta tebusan keren ide lo” sahut Ezhatryo
“tapi gimana caranya?” tanya Sandy
“tunggu Marcel ntar malem dia jago tuh buat strategi” jawab Karl yang langsung berdiri dan keluar dari markas
“gue cabut dulu mau ngumpul bareng anggota lain” teriak Karl sambil menutup pintu markas
“ok sip bos!!” sahut Ivan, Ezhat dan Sandy
Malamnya Raiden menepati janjinya dengan Thresia dia pun bertemu denganya di Satan Café. Mereka berdua duduk di kursi café dan memesan makanan. Dari uang 2 juta yang di ambil Raiden dia beli handphone dan uang saku sisanya.
“tumben sekarang nepatin janji” kata Thresia sambil meminum colanya dengan sedotan
“iya dong Satan lagi tenang arusnya gue bisa nepatin semua janji yang gue buat sekarang” kata Raiden sambil tertawa
“bisa aja, semoga konsisten yah”
“tenang honey gue pasti bisa konsisten demi lo” Raiden pun memegang tangan Thresia dengan mesra
Di seberang café sudah ada yang menunggu Raiden mereka mata mata dari Black Orps. Dari bawah mengabarkan target dan dari atas menembak target. Saat Raiden dan Thresia selesai makan mereka keluar café.
“Target keluar black shoot siapkan tembakan” kata salah seorang mata mata lewat radio
Dan suara sniper dari atas terdengar tembakan pertama mengenai Thresia. Raiden dengan sigap memeluk Thresia dan menghindar dari tembakan yang kedua. Raiden membawa Thresia menjauh dari café. Mata mata Black Orps pun kabur
“satu target kena” kata mata mata Black Orps dengan radio memberitahukan sniper di atas
“ah shit siapa yang melakukan ini” Raiden menangis sambil melihat tembakan di tangan Thresia
“tahan Res gue bawa lo ke rumah sakit

No comments:

Post a Comment